tentang sudut pandangku. ada dari kisahku sendiri, adapula tentang kisah disekitarku :)

Senin, 03 Juli 2017

Lelah

Pertanyaanku malam ini, cukup sederhana

"Mengapa "cinta" dapat membuat penikmatnya merasa lelah?"

Mengapa cinta membuat penikmatnya merasa lelah? Karena terlalu berharapkah? Karena berjuang sendiriankah? Karena terlalu memaksakan keinginan-nyakah? Atau... Terlalu rumit untuk disebutkan alasannya?

Lantas, dimana letak kebahagiaan dari cinta itu? Disaat sang penikmat sedang menikmati masa-masa cintanya terbalaskan, tetapi ada saja alasan yang membuatnya menutup rapat kebahagiaannya. Entah cemoohan orang-orang atau traumanya dimasa lalu. Hanya sang penikmat cinta yang mengetahui alasannya.

Lalu, luka. Hahaha. Tak usah ku sebutkan, luka itu memang ada dan nyata. Senyata kebahagiaan yang sedang dirasakan sang penikmatnya. Luka itu sedang menunggu waktunya.
Karena luka dan bahagia, selalu berjalan beriringan. Tugas sang penikmat cinta hanya mengendalikan luka dan bahagia agar tidak menyakitinya. Bagaimana caranya? Lagi-lagi hanya sang penikmat cintalah yang mampu menyelesaikannya.

Bukankah sebelum menerima kebahagiaan itu, sang penikmat sudah memikirkan resiko apa yang akan ia dapat dikemudian hari?

Lantas, mengapa sang penikmat cinta masih saja merasa lelah?
Lelah karena tidak dianggap, lelah karena berjuang sendirian, lelah karena tidak diharapkan, lelah karena memaksakan inginnya, lelah karena berharap pada suatu hal yang tidak akan terjadi?

Bukankah sang penikmat sudah memahami resikonya? Aku harap hati ini sudah memahaminya dan tidak terkejut bila luka yang mengambil alih segala dunianya.
Berhati-hatilah dengan cinta dan lelahmu. Karena kedua hal tersebut akan menjadi boomerang bagi kebahagiaanmu :)

Regards
Aku yang mempertanyakan "lelah" tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar