Pernahkah kamu kecewa? Kecewa yang tidak dapat dijelaskan darimana asalnya dan hadir dengan alasan apa. Kecewa yang hanya membawamu pada suatu ruang kosong dan membuatmu mengalir mengikuti rasa kecewa itu.
Yah, manusia.. Suka sekali menyakiti dirinya sendiri. Menikmati rasa sakitnya. Menertawakan harapannya yang hancur. Meninggalkan kebahagiaannya. Membawa luka dan selalu membasahi luka itu.
Bodoh memang. Sudah tau dia tidak mengharapkanmu, tapi kamu masih saja memaksakan inginmu. Sudah tau dia tidak menginginkan hadirmu, masih saja kau usik hidupnya.
Untuk apa? Karena ia sudah menjadi kebiasaan untuk hidupmu? Terbiasa memperhatikannya, terbiasa memikirkannya, terbiasa dengan hadirnya, terbiasa dengan segala tentangnya. Hingga kini, ketika dia pergi dari hidupmu. Kamu hanya mampu terdiam dan bertanya dengan hatimu "apa arti hidupmu untuknya?"
Untuk apa? Menyadarkanmu dan membuat dirimu melepaskannya? Tanpa alasan apapun, dia tetap akan pergi dari hidupmu.
Berhentilah, bahagiamu tidak ada padanya. Bahagiamu hanya ada pada dirimu sendiri. Sementara berharap, hanya membuatmu sakit. Percayalah dan sadarlah, bahagia kamu yang ciptakan. Tanpa atau dengan cintapun kamu pantas berbahagia.
Pesanku, berhentilah berharap. Pada apapun. Karena berharap adalah luka yang kau buat untuk dirimu sendiri.
Regards
Sore yang kalut
Sore yang kalut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar