tentang sudut pandangku. ada dari kisahku sendiri, adapula tentang kisah disekitarku :)

Rabu, 20 November 2013

(masih) untukmu


 
                   
           Entah sampai kapan rasa ini akan tumbuh. Sekuat apapun aku membunuhnya. Rasa ini semakin menjadi liar. Rasa ini semakin membuatku terjatuh kedalam lubang yang sangat dalam. Berkali-kali ku coba untuk merelakanmu. Aku berhasil. Berhasil melupakan rasa itu. Aku sudah bisa hidup tanpa bayang-bayang kenangan denganmu. Aku kembali tersenyum tanpamu. Aku bisa menerima orang lain untuk mengisi relung hatiku. Mewarnai hari-hariku.

            Hingga suatu saat, Kenyataan membawaku kepadamu (kembali). Aku hanya berharap ini sebuah mimpi buruk ketika tertidur dipelajaran fisika. Ternyata aku salah. Aku terjaga. Ini bukan mimpi, ini nyata. Hingga akhirnya aku tidak tau harus melakukan apa. Aku hanya bisa termenung. Teringat dengan semua kenangan kita. Ini bukan masalah hati. Tetapi, KENANGAN. Kenangan bersamamu yang selalu menghantui hari-hariku. Kenangan bersamamu yang sulit aku lupakan, setidaknya aku lenyapkan untuk beberapa saat.

            Selalu saja… kenangan itu muncul seperti sebuah film layar lebar yang ditonton ribuan orang. Yang membuat mereka iba, karna tokoh utama yang terlalu lemah bahkan bodoh karna cinta. Karna kalimat manis yang meluncur dari bibirmu dengan lancar. Dan sang tokoh utama terlalu lemah untuk mengetahui kenyataan yang ada. Dan membuat penonton kesal dengan sebuah akhir yang menggantung tanpa kejelasan.

            Kenangan akan canda, tawa, dan air mata karena kamu. Tapi sayang, semua ini lebih menuju ke air mata yang tiada henti diakhir pertemuan kita. Ketika aku terlalu berharap mendapat akhir yang mengesankan diakhir pertemuan kita. Aku salah! Salah besar. Aku bingung dengan semua kenangan  kita. Jika aku ingat kejadian yang ku lewati bersamamu.

            Ketika kita makan siang bersama. kamu bertanya tentang hubunganku dengan adikmu yang sudah berakhir lama sekali. Aku bingung, dan aku memilih pura-pura tersedak saat kamu menanyakan itu. Dan tanpa sengaja aku membahas adikmu lagi. Tapi apa yang kudapat? Sebuah mimik muka yang tidak suka dan terlihat cemburu di wajahmu. Tetapi, ketika aku menanyakan perasaan kamu. Kamu mengalihkan pembicaraan kita. Aku bingung. Aku tidak bisa menebak maksudmu. Ketika aku membahas orang lain, kamu cemburu. Tapi ketika aku membahas kejelasan hubungan kita, kamu menghindar.

            Apa kamu tau. Aku menutup hatiku untuk mereka yang jelas-jelas lebih baik dari kamu. Yang mau berjuang untukku. Untuk meluluhkan hatiku. Tapi apa? Mereka menjadi angin lalu dihatiku. Tidak seperti kamu yang bisa menetap entah sampai kapan. Aku selalu mencoba membuka hatiku untuk mereka. Tetapi, hatiku tidak mampu menerima mereka seutuhnya. Tidak seperti kamu yang seutuhnya ada dihatiku. Yaa, walaupun aku tidak tau bagaimana makna hadirku dihidupmu. Aku bingung. Yang aku tau hanya satu. AKU MENCINTAIMU! GAK PEDULI GIMANA PERASAAN KAMU UNTUK AKU. Egois? Memang. Aku terlalu egois untuk memaksa kamu menerima aku.

            Kini aku sadar. Berada di posisi kamu sekarang sangatlah sulit. antara memaksa agar menerima dia yang mencintaimu dengan tulus. Tapi kamu terpaksa menerimanya. Sama saja membuat orang itu kecewa karna sikapmu. Atau membiarkannya terluka bersama kenangan yang kamu buat dan sakit yang menyayat hatinya tanpa henti ketika mengingatmu dan membuat dia mati rasa kepada semua orang. Maafkan aku yang terlalu memaksamu untuk menerimaku. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar